Dalam menyampaikan petunjuk kepada hamba-Nya, Allah SWT tidak saja menyampaikan melalui wahyu berupa kalam (Ayat Kauliyah) tetapi juga berupa alam semesta ciptaan-Nya (Ayat Kauniyah).
Sebagai seorang yang beriman dan berilmu, adalah menjadi kewajiban untuk mempelajari baik itu ayat kauliyah berupa firman Allah di Al Qur’an dan juga ayat kauniyah Allah berupa alam semesta ini.
Dalam berbagai bencana yang terjadi akhir-akhir ini, seperti bencana gempa terakhir di Sumatra bagian barat dan sekitarnya, kita perlu merenung kembali tentang hakekat penciptaan alam semesta ini. karena pada prinsipnya Sunnatullah berjalan sesuai keseimbangan yang telah ditetapkan. Ada siang, ada malam, ada panas, ada dingin dst.
Jika keseimbangan itu terganggu maka Allah akan menyeimbangkan kembali melalui acara yang tidak dapat kita duga. Segala sesuatu kejadian di muka bumi merupakan ketetapan Allah. Demikian pula dengan musibah bernama gempa bumi.
Kemarin setalah gempa di SUMBAR, beredar melalui sms dan Status Facebook, kabar yang mengkaitkan waktu terjadinya musibah tiba gempa itu dengan surat dan ayat yang ada di dalam kitab suci Al-Qur’an. juga dari bincang dikantor dengan rekan, karena melihat saya bawa Quran, maka dia meminta untuk membuka Quran serta melihat terjemahan.
“Gempa di Padang jam 17.16, gempa susulan 17.58, esoknya gempa di Jambi jam 8.52. Coba lihat Al-Qur’an!” demikian bunyi pesan singkat yang beredar.
berikut adalah ayat-ayat Allah Swt tersebut:
17.16 (QS. Al Israa’ ayat 16): “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”
17.58 (QS. Al Israa’ ayat 58): “Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).”
8.52 (QS. Al Anfaal: 52): “(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.”
Maha Suci Allah dengan segala FirmanNya.

Recent Comments