Mengelola strategi bidding pada kampanye Google Ads adalah salah satu aspek paling penting dalam mendapatkan hasil yang optimal. Kesalahan memilih strategi bidding bisa merusak kinerja kampanye secara drastis.
Dalam panduan ini, kami akan menjelaskan berbagai jenis strategi bidding yang tersedia, kapan waktu yang tepat untuk menggunakannya, serta memberikan contoh nyata dari akun yang gagal karena salah memilih strategi.
Artikel ini bertujuan untuk membantu Anda memahami bagaimana cara memilih strategi bidding yang tepat untuk kampanye Anda dan menghindari kesalahan umum yang dapat menyebabkan kegagalan.
Apa Itu Strategi Bidding di Google Ads?

Strategi bidding di Google Ads adalah cara untuk mengelola bagaimana anggaran iklan Anda digunakan dalam lelang iklan. Google Ads menawarkan berbagai macam strategi, mulai dari Manual CPC hingga Smart Bidding seperti Maximize Conversions dan Target ROAS. Setiap strategi memiliki kelebihan dan kekurangan, tergantung pada tujuan kampanye dan data yang tersedia.
Jenis-Jenis Strategi Bidding
Berikut adalah jenis-jenis strategi bidding yang bisa Anda gunakan, beserta skenario kapan sebaiknya digunakan:
1. Manual CPC

- Kapan digunakan: Strategi ini cocok untuk akun baru tanpa data historis. Anda dapat mengatur sendiri biaya per klik dan mengontrol setiap penawaran. Mulai dengan Manual CPC memungkinkan Anda mendapatkan data yang diperlukan sebelum beralih ke strategi bidding otomatis.
- Catatan: Jangan aktifkan Enhanced CPC di awal karena Google belum memiliki cukup data untuk mengoptimalkannya.
2. Maximize Clicks

- Kapan digunakan: Gunakan strategi ini jika tujuan utama Anda adalah meningkatkan jumlah klik. Maximize Clicks memungkinkan Google untuk mengoptimalkan anggaran guna mendapatkan klik sebanyak mungkin.
- Kelebihan: Cocok untuk mengumpulkan data awal dengan cepat, terutama pada akun baru dengan kata kunci yang belum diuji.
3. Maximize Conversions

- Kapan digunakan: Setelah kampanye Anda memiliki cukup data konversi (minimal 30 konversi dalam 30 hari), Anda bisa beralih ke Maximize Conversions. Strategi ini bertujuan untuk memaksimalkan jumlah konversi yang Anda dapatkan dengan anggaran yang tersedia.
- Tips: Gunakan Maximize Conversions dengan CPA (Cost Per Acquisition) cap jika Anda ingin mengontrol biaya per konversi.
4. Maximize Conversion Value

- Kapan digunakan: Jika fokus Anda adalah mendapatkan nilai konversi tertinggi, bukan hanya jumlah konversi, maka strategi ini bisa menjadi pilihan. Maximize Conversion Value bekerja baik untuk bisnis dengan fokus pada ROAS (Return on Ad Spend).
- Tips: Pastikan Anda telah memiliki data nilai konversi untuk mengoptimalkan strategi ini dengan baik.
5. Target CPA

- Kapan digunakan: Jika Anda ingin menargetkan biaya per akuisisi tertentu, Target CPA memungkinkan Anda menentukan berapa banyak yang ingin Anda bayarkan untuk setiap konversi.
- Catatan: Jangan langsung menetapkan CPA yang terlalu rendah dibandingkan dengan performa sebelumnya. Mulailah dengan CPA rata-rata kampanye, lalu turunkan secara bertahap.
6. Target ROAS

- Kapan digunakan: Cocok untuk bisnis yang berfokus pada pengembalian investasi. Target ROAS memungkinkan Anda menargetkan nilai tertentu dari pendapatan yang dihasilkan per setiap dolar yang dibelanjakan untuk iklan.
- Tips: Sama seperti Target CPA, mulailah dengan ROAS yang sesuai dengan data historis Anda dan lakukan penyesuaian secara bertahap.
Studi Kasus: Kesalahan Fatal dalam Strategi Bidding
Kami pernah menangani akun yang mengalami penurunan performa drastis setelah salah memilih strategi bidding.
Pada September 2023, sebuah akun yang sebelumnya memiliki rata-rata CPA 50.000 tiba-tiba mengubah target CPA menjadi 25.000 setengah dari CPA sebelumnya.
Apa yang terjadi? Volume iklan turun drastis, Google berhenti menayangkan iklan, dan konversi menurun secara signifikan.
Hal ini terjadi karena Google tidak memiliki data historis yang cukup untuk mendukung perubahan CPA yang drastis. Akhirnya, iklan tidak lagi muncul dalam lelang yang relevan, dan kampanye menjadi tidak efektif.
Tips Optimasi Berdasarkan Strategi Bidding
- Mulai dengan Data yang Cukup: Sebelum menggunakan Smart Bidding seperti Maximize Conversions atau Target CPA, pastikan kampanye Anda sudah memiliki setidaknya 30 konversi dalam 30 hari terakhir.
- Penyesuaian Bertahap: Jika Anda ingin menurunkan CPA atau meningkatkan ROAS, lakukan perubahan secara bertahap (misalnya 10-20%) untuk menghindari penurunan performa yang drastis.
- Gunakan Maximize Clicks untuk Data Awal: Jika Anda memulai kampanye baru tanpa data, gunakan Maximize Clicks untuk mendapatkan klik dengan cepat, sehingga Anda bisa beralih ke strategi yang lebih canggih setelah cukup data terkumpul.
Kesimpulan

Memilih strategi bidding yang tepat bisa menjadi faktor penentu dalam kesuksesan kampanye Google Ads Anda. Jangan tergesa-gesa mengubah strategi jika belum ada cukup data.
Gunakan pendekatan bertahap, mulai dari Manual CPC hingga Smart Bidding seperti Maximize Conversions atau Target CPA, sesuai dengan kebutuhan kampanye Anda.
Jika Anda memerlukan bantuan untuk memilih atau mengoptimalkan strategi bidding Anda, kunjungi halaman Contact Us dan tim kami siap membantu Anda mengelola kampanye Google Ads yang lebih efektif.
Dengan panduan ini, Anda akan lebih siap untuk menggunakan strategi bidding yang tepat di Google Ads, serta menghindari kesalahan umum yang bisa merusak performa kampanye Anda.